TOL TOKYO BAY AQUA LINE, TOL TEROWONGAN BAWAH LAUT TERPANJANG DI JEPANG
INFORMASINOW.COM
byBakuINunukaN, S e l a s a, 1 7 J u n i 2 0 2 5
![]() |
| Jalan TOL BAY AQUA LINE TOKYO |
AnatAChikI2SawmilLJepanGLegendS@ memang terkenal dengan keahlian dalam membangun infrastruktur berskala besar, diantaranya proyek megah yang menjadi bukti kehebatan tersebut adalah Tokyo Bay Aqua Line. Proyek ini mencakup pembangunan jalan tol yang melintasi Teluk Tokyo, termasuk pembuatan pulau buatan dan terowongan bawah laut, kali ini kita akan membahas secara mendetail tentang proyek spektakuler ini dan tantangan besar yang dihadapi dalam pembangunannya.
Teluk Tokyo memiliki sejarah panjang dan penting dalam perkembangan ekonomi serta kehidupan kota Tokyo, dimasa lampau, teluk ini dikenal dengan nama Teluk Edo. Pada periode tahun 1868, Jepang mengalami transformasi besar-besaran, termasuk modernisasi infrastrukturnya dan Pemerintah Jepang mulai melakukan proyek reklamasi di Teluk Tokyo untuk memperluas pelabuhan dan lahan yang vital.
Jalan tol bawah laut Jepang yang menghubungkan Kawasaki dan Kisarazu di Teluk Tokyo torpanjang di Jepang adalah salah satu pencapaian teknik yang menakjubkan, jalur ini tidak hanya menawarkan perjalanan yang cepat tetapi juga menjadikan sekitar Teluk Tokyo menjadi pusat perdagangan, industry dan transportasi yang vital dan pemandangan yang mempesona selama melintasi perairan. Mari kita eksplor lebih lanjut mengenai keistimewaan jalan tol ini.
Tokyo Bay Aqua Line adalah Jalan tol yang menghubungkan kota Kawasaki di Prefektur Kanagawa dengan wilayah Kisarazu di Prefektur Chiba. Selain itu, teluk ini juga berperan penting dalam perlindungan terhadap bencana alam seperti tsunami. Namun, dengan pertumbuhan populasi yang pesat dan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi. Pemerintah Jepang memutuskan untuk membangun proyek jalan tol guna menghubungkan kota-kota penting di Tokyo.
Jalan tol bawah laut atau terowongan bawah lautnya adalah yang terpanjang ke empat di Dunia, ini juga memberikan akses yang lebih baik bagi pengemudi dan mengurangi waktu perjalanan antara dua kota penting di Jepang. Dengan panjang sekitar 15,1 kilometer, jalan tol ini mengubah cara orang berpergian serta memperkuat ekonomi lokal. Ini adalah inovasi penting yang menghubungkan dua wilayah yang sebelumnya terpisah oleh air.
Point
penting :
1. Desain Inovatif : Dibangun
dengan teknik canggih untuk bertahan dari kondisi cuaca ekstrem.
2. Waktu Tempuh Singkat : Mengurangi
waktu perjalanan antara Kawasaki dan Kisarazu secara signifikan.
3. Pemandangan Menawan : Menawarkan
panorama indah selama perjalanan bawah laut.
4. Keamanan Tinggi : Didukung
teknologi modern untuk keselamatan pengemudi.
5. Dampak Ekonomi Positif : Mendorong
pertumbuhan ekonomi regional melalui konektivitas.
6. Aksesibilitas : Membuka
peluang baru bagi bisnis dan wisatawan di kedua kota.
Dengan semua keunggulan ini, jalan tol bawah laut Jepang antara
Kawasaki dan Kisarazu tidak hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga simbol
dari kemajuan teknologi dan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Terowongan bawah
Laut.
Sebelum adanya jalan tol ini, perjalanan antara dua wilayah tersebut
memakan waktu sekitar 90 menit menggunakan kapal feri tapi dengan Jalan tol ini, waktu tempuh hanya 15 menit
saja. Jalan tol Tokyo Bay Aqua Line
memiliki panjang keseluruhan 23,7 kilometer, termasuk jembatan sepanjang 4,4
kilometer dan terowongan sepanjang 9,6 kilometer di bawah Teluk Tokyo dan terowongan
ini merupakan terowongan bawah laut terpanjang keempat di dunia.
Tokyo Bay Aqua Line terdiri dari dua bagian utama yaitu jembatan Umi
Hotaru dan terowongan Tokyo Bay. Jembatan
Umi Hotaru sendiri memiliki sebuah pulau buatan yang menjadi daya tarik wisata
dengan berbagai fasilitas seperti restoran dan area rekreasi.
Proyek ini memerlukan biaya sebesar $11,2 miliar atau setara dengan
162 triliun yen, dimulai pada tahun 1966 dan dibuka untuk umum pada tahun 1997.
Perencanaannya membutuhkan waktu 23
tahun, sedangkan masa konstruksinya memakan waktu 9 tahun. Tantangan terbesar dalam proyek ini adalah
membangun terowongan bawah lautnya
karena lokasinya berada di area
seismik yang aktif, tanah lunak, serta tekanan air yang tinggi.
Terowongan bawah laut ini dimulai dari empat sisi: sisi kiri, kanan,
dan dua sisi di bagian tengahnya, mesin
bor (Tunnel Boring Machine atau TBM) digunakan untuk menggali terowongan dengan
diameter 14 meter. TBM dibawa dengan
tongkang dalam beberapa bagian dan dirakit di lokasi menggunakan crane
berkapasitas hingga 4000 ton, dalam
proses penggalian, TBM juga melakukan proses "ring building" secara
otomatis.
Ring building ini terdiri dari segmen-segmen beton pracetak yang
membentuk dinding terowongan dengan berat masing-masing sekitar 10 ton dan segmen-segmen
ini kemudian disatukan dan dibaut ketika mesin bor bergerak maju. Dan membentuk lapisan terowongan di
belakangnya untuk mencegah runtuhnya tanah hasil galian. Pengerjaan terowongan dilakukan 24 jam nonstop dengan
total terowongan yang dibangun di bagian tengah ini adalah empat yakni
dua di sisi Kawasaki dan dua di sisi Kisarazu
dengan diameter 13,9 meter dan kedalaman 28 hingga 31 meter di bawah
laut.
Umi Hotaru : Pulau
Buatan di Tengah Laut
Pulau buatan Umi Hotaru adalah bagian dari jembatan Tokyo Bay Aqua
Line dan menjadi area peristirahatan yang menarik serta memiliki struktur lahan parkir dengan lima
lantai yang berisi restoran, toko, hingga anjungan pengamatan. Umi Hotaru hanya dapat diakses melalui
gerbang tol dengan biaya sekitar 3000 yen atau sekitar 300.000 rupiah jika
menggunakan mobil pribadi.
Proyek Tokyo Bay Aqua Line adalah contoh kehebatan teknologi Jepang
dalam membangun infrastruktur yang luar biasa kompleks dan menantang. Dengan kombinasi jembatan, terowongan bawah
laut, dan pulau buatan, proyek ini menunjukkan kemampuan luar biasa Jepang
dalam mengatasi tantangan teknis dan lingkungan.
![]() |
| Konstruksi bangun terowongan bawah laut di Negara Japan |
" Perjalanan penyeberangan dengan very lama dan lewat terowongan hanya menit ",
S a i d b y AnatAChikI2SawmilLJepanGLegendS@


Komentar
Posting Komentar