DATARAN MESOPOTANIA SEBAGAI DAERAH AWALNYA PERADAPAN DI BUMI
INFORMASINOW.COM
byTarmidiKapundjeN, S e l a s a, 0 7 J u l i 2 0 2 5
![]() |
| Dataran Mesopotania antara sungai eufrat, dan Tigris |
AbaHMaTHusiNApotiKAraBLegendS@ Sumeria, sebagai tempat lahirnya peradaban, sama sekali tidak diketahui sampai rahasia-rahasianya terkuak dari pasir gurun, paruh kedua abad ke-19 arkeolog Prancis dan Inggris melakukan perjalanan ke tempat yang sekarang disebut Irak dengan tujuan untuk berburu temuan dari zaman Asiria. Secara kebetulan, mereka menemukan peradaban yang jauh lebih tua. Hingga saat itu, sejumlah besar lumpur yang dibawa Sungai Eufrat dan Tigris berhasil menghapus dan menyembunyikan jejak masa lalu. Ketika sisa-sisa Sumeria digali dan diberi tanggal, sejarah yang diketahui manusia saat itu pun makin diperluas secara radikal.
Lokasi tempat lahirnya peradaban
Dari sudut pandang alam, Mesopotamia sebagian besar
merupakan lanskap datar, dengan dataran pasir yang luas dan vegetasi yang
jarang. Terdapat lanskap rawa di bawah menuju
Teluk Persia, tempat air laut
berangsur-angsur surut sejak zaman es terakhir. Iklim gurun menentukan cuaca. Curah hujan bersifat sporadis, panasnya tak
tertahankan pada siang hari, dan bisa
sangat dingin pada musim dingin dan malam hari. Meski jarang turun hujan, wilayah inti
peradaban Sumeria terus dilanda banjir dahsyat yang disebabkan oleh Sungai
Eufrat dan Tigris. Karena lanskap datar yang mengarah ke laut tercipta dari
lumpur dan pasir, tidak ada batu yang dapat digunakan untuk membangunnya. Juga
tidak tumbuh pohon yang dapat digunakan untuk membuat rumah atau perahu.
Salah satu alasan utama mengapa Mesopotamia menjadi tempat
lahirnya peradaban adalah lokasinya. Wilayah ini terletak di antara Sungai
Tigris dan Efrat, menyediakan sumber air yang konstan. Sungai juga
memfasilitasi perdagangan dan transportasi. “ Hal ini memudahkan masyarakat melakukan
perjalanan dari satu tempat ke tempat lain
”, Ujar tulisan
SiDin Kristoffer Uggerud di laman
The Collector. Kedua sungai besar
tersebut membentuk suatu sistem yang menciptakan kondisi yang tepat untuk
dikembangkannya irigasi buatan dalam skala besar. Selain itu, sungai-sungai
menciptakan peluang unik untuk transportasi melalui air.
![]() |
| Tanah liat menjadi sumber daya penting bagi Sumeria. Tanah liat ini menjadi bahan bangunan kuil dan media seni menulis yang pertama. |
Sejarah peradaban Sumeria
Sekitar tahun 3500 SM, bangsa Sumeria mendirikan sebuah
masyarakat yang menciptakan sejarah dunia. Bangsa Sumeria menyebut diri mereka
“orang-orang berkepala hitam”. Wilayah mereka berarti “tanah orang-orang
berkepala hitam”. Sumeria mempunyai penduduk yang beragam etnis. Oleh karena
itu, sejarah Sumeria bukan tentang sejarah suatu bangsa, melainkan tentang
sejarah suatu daerah.
Peradaban Sumeria merupakan masyarakat pertama dalam sejarah
yang mampu memaksa kekuatan alam menjadi “pelayan masyarakat”. Sumeria
mengembangkan sistem irigasi buatan yang menjadikan tanahnya begitu subur.
Lewat sungai, tanah pun mampu memberi makan beberapa negara kota dengan
populasi yang terus bertambah. Hal ini pada akhirnya mengarah pada revolusi
perkotaan yang memungkinkan mayoritas penduduk dunia tinggal di kota. Ur,
Eridu, dan Uruk diperkirakan memiliki populasi lebih dari 50.000 jiwa pada
5.000 tahun yang lalu.
Tanah liat sebagai sumber daya dan media catat
Akhirnya, bangsa Sumeria menemukan manfaat dari dataran
sungai dan memiliki akses tak terbatas ke sumber daya yang
mempunyai arti penting dalam sejarah dunia. Tanah liat menjadi sumber daya penting bagi
Sumeria, ini menjadi bahan bangunan kuil dan media seni
menulis yang pertama. “ Tanah liat tersebut dapat digunakan untuk
membuat batu lumpur ”, Ujar SiDin Uggerud menambahkan CaKapnya. Batu
lumpur itu selanjutnya dapat digunakan untuk membuat rumah, piramida
bertingkat, kuil, tanggul, dan sisi kanal. Kota-kota Sumeria dikelilingi oleh tembok
batu lumpur tersebut. Di Uruk, kota ini dikelilingi tembok sepanjang 10
kilometer dengan menara pertahanan yang terbuat dari tanah liat. Tanah liat
adalah bahan bangunan peradaban pertama.
Salah siji alasan utama mengapa Mesopotamia menjadi
tempat lahirnya peradaban adalah lokasinya,
dimana wilayah ini terletak di
antara Sungai Tigris dan Efrat, menyediakan sumber air yang konstan. Tanah liat juga meletakkan dasar bagi
langkah menentukan lainnya dalam sejarah manusia. Perkembangan bahasa tulisan
pertama di dunia: tulisan paku. Bangsa Sumeria menggunakan benda runcing dan
tanda ukiran pada lempengan tanah liat. Lempengan itu kemudian dijemur di bawah
sinar matahari.
Penyimpanan dan pendistribusian makanan merupakan salah satu
inovasi peradaban. Karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat
mencatat dan menyimpan informasi tentang persediaan makanan dan penerima
makanan. Sistem registrasi seperti ini juga penting untuk aktivitas perdagangan
dan organisasi negara-kota. Itulah sebabnya penulis pertama yang kita ketahui
berasal dari Sumeria.
Tanah liat menjadi sumber daya penting bagi Sumeria karena
tanah ini menjadi bahan bangunan
kuil dan media seni menulis yang pertama.
Bahasa tulis tidak menciptakan peradaban, melainkan peradabanlah yang
menciptakan bahasa tertulis, selanjutnya perkembang peradaban tersebut. Bahasa tulis dan tanah liat juga
memungkinkan berkembangnya sistem bilangan, kelak sistem bilangan menjadi dasar kehidupan
manusia modern dalam pemahaman tentang ruang dan waktu.
Teks hukum dan perang pertama dalam sejarah
Tanah liat juga memungkinkan terciptanya teks hukum pertama
di dunia. Kode Ur-Nammu diproklamirkan sekitar tahun 2100 SM. Sejak kanal-kanal mulai menghubungkan
kota-kota, konflik pun mulai terjadi. Ada pendapat bahwa perang pertama dalam
sejarah dunia terjadi ketika Raja Eannatum dari Lagash mengalahkan negara kota
saingannya Umma. Perang tersebut terjadi sekitar tahun 2450 SM. Penyebabnya
adalah konflik perebutan kendali saluran air dan saluran irigasi buatan
manusia.
Gambar adegan perang berusia 4.500 tahun di atas batu
bernama “ Prasasti Burung Hering ” kini dipamerkan di Louvre di Paris. Setelah
kemenangan, raja mendirikan semacam batu pembatas dan di atasnya terukir syarat
perdamaian. Sumeria memberi kita perang pertama dan juga perjanjian damai
pertama yang kita ketahui.
Runtuhnya peradaban Sumeria
Pada saat yang sama, Sumeria mungkin tampak sebagai
masyarakat yang menghilang dari sejarah karena alam mengambil alih kendalinya.
Disepakati secara luas bahwa peradaban Sumeria, yang telah ada sekitar tahun
4000 hingga 2000 SM, runtuh atau hilang. Kejatuhannya itu diikuti oleh
pembentukan kerajaan lainnya di Mesopotamia.
Penjelasan yang lambat laun mendapat dukungan terbesar adalah bahwa
peradaban Sumeria mengalami kemunduran karena produktivitas pertanian
berangsur-angsur menurun.
Karena Sungai Efrat dan Tigris membawa air dari pencairan
salju di pegunungan Turki. Sungai tersebut mengandung garam terlarut dalam
konsentrasi tinggi. Selama ribuan tahun, garam di air tanah telah terangkat ke
permukaan melalui akar tanaman. Garam tambahan datang bersama angin dari Teluk
Persia. Semakin banyak irigasi menyebabkan semakin banyak garam di dalam tanah.
Seiring berjalannya waktu, hal ini tidak dapat dihindari dan menghancurkan
bumi. Inovasi revolusioner Sumeria, sistem irigasi, adalah benih dari
kemunduran peradabannya secara perlahan dan akhirnya runtuh.
Warisan tempat lahirnya peradaban
Warisan Mesopotamia jauh melampaui kawasan itu sendiri. Inovasi dan pencapaian bangsa Sumeria sangat berdampak pada masyarakat di kemudian hari, sehingga membentuk jalannya sejarah manusia. Jika kita menengok ke belakang, tempat lahirnya peradaban terus menginspirasi dan membuat kita terpesona saat ini. Inovasi dan pencapaian bangsa Sumeria mengingatkan kita akan potensi luar biasa dari kecerdikan dan kreativitas manusia serta kekuatan abadi peradaban manusia.

Sekitar 4500 SM manusia menetap di Mesopotamia. Dalam beberapa abad, bangsa Sumeria mengembangkan apa yang sekarang kita sebut sebagai tempat lahirnya peradaban


Komentar
Posting Komentar